Thursday, January 31, 2013

Journey to Pelabuhan Ratu (part 2)

Berbicara tentang durian, berbicara journey sebelumnya. Durian pun habis dan kita pergi ke kasur kerajaan untuk tidur :). Keesokan harinya kita bangun pukul 06.00 tanpa ada semangat sedikit pun, masalah kebon? hanya sekedar ucapan lisan semata. Kemana kita pergi hari ini? itu adalah pertanyaan yang terlintas dipukiranku, dan teman saya Radi mengajak pergi ke kwan in (bener ga sih nulisnya?), entahlah sedikit pun tidak terbayang seperti apa tempat nya oleh saya dan teman-teman termasuk Radi sendiri, dia hanya tau info dari mulut ke mulut tapi menurut jobong disana itu merupakan tempat peribadatan yang sudah menjadi objek wisata. Katanya, disana terdapat dua gunung dimana satu gunung beragama Hindu dan gunung sebelahnya beragama Budha. Selain itu disana terdapat agama Islam (entah saya lupa nama ajarannya, sulit untuk di ingat) yang kalau adzan diiringi oleh kendang dan suling. Hmmm, sulit untuk berkomentar untuk masalah ini. Setelah Kwan In Temple kemana kita pergi selanjutnya? (lagi-lagi pertanyaan yang membuktikan kita tidak punya perencanaan) celetuk Vinda menjawab Pantai Ujung Genteng, semua setuju kecuali A.M. Aneh, biasanya dia orang yang selalu manas-manasin orang untuk jalan-jalan tapi dia tidak sepakat dengan Ujung Genteng padahal semua orang disana setuju dengan ujung genteng. A.M beralasan tempatnya jauh dan berdasarkan GPS yang ditunjukkan oleh Vinda memang cukup jauh, membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk menuju kesana. Selain itu, untuk kembali ke hotel membutuhkan waktu yang cukup lama (pelabuhan ratu-ujung genteng-pelabuhan ratu) dan itu pasti akan sangat melelahkan, begitulah pertimbangan A.M. Gilang memberi saran agar kita tidur di ujung genteng. Dimana? celetuk saya pun berkata "Di pantai aja". (Sebenarnya kejadiannya tidak seperti ini, saya sendiri tidak ingat siapa yang mengusulkan dan siapa yang mengajak. semua berlalu begitu saja tanpa ada yang memperhatikan, tapi yang jelas saya mencoba agar pembaca lebih mudah memahami ceritanya :D ). Oke well, semua sepakat kita tidur di pantai dan kemudian bagaimana esok hari nya? semua sepakat langsung pulang ke Bandung karena dengan pertimbangan jauh kalau kita harus kembali ke hotel, rumah gilang. Tanpa basa basi lagi kita langsung mempersiapkan semua yang harus kita siapkan, semua perlengkapan pulang ke Bandung kita siapkan dan gilang membawa panci untuk masak di pantai.

Well, kita berangkat pukul 9.30 menuju Kwan In Temple dan untuk menuju kesana kita membutuhkan waktu sekitar 1jam 30 menit. Sedikit penekanan, cerita yang bener-bener cerita itu baru dimulai pada hari ini, mulai dari perjalanan menuju Kwan In Temple sampai kita menuju Bandung.

Oke, perjalanan dimulai dan kalian harus tau seberapa sulit dan seberapa menjengkelkan nya perjalanan menuju Kwan In Temple. Kalian pasti tau yang namanya gunung seperti apa, yang namanya sawah seperti apa dan yang namanya pantai seperti apa. Ketiga hal tersebut (pantai, gunung dan sawah), menjadi kendala kita selama perjalanan dan ketiga hal tersebut benar-benar menghambat perjalanan kita berlima. Kenapa? karena kita harus melewati ketiga pemandangan itu secara bersamaan dan yang menjadi kendalanya adalah kita harus banyak berhenti untuk mengambil beberapa foto :D. Sekarang coba bayangin ada gunung, sawah dan pantai dalam satu pemandangan, gilaaak keren abis ga sih? kalau ngeliat sawah di dataran tinggi saya sering liat, tapi kalo ngeliat sawah yang berpapasan langsung dengan pantai baru sekarang saya ngeliatnya. Yang saya ga habis pikir kok bisa ada sawah si tepi pantai, kalau dipikir-pikir lagi air nya seharusnya air laut atau minimal air payau (campuran air tawar+air laut) tapi ini airnya tawar, amazing banget. Kalau seandainya saya sedang berdiri di pantai, saya pasti melihat sawah dan gunung, kalau saya berada di gunung saya pasti melihat sawah di tepi pantai dan kalau seandainya berada di sawah saya melihat gunung yang langsung berpapasan ke pantai. Kalau ga kebayang tempatnya kaya apa, ini ada sedikit foto-fotonya.

DSCF6545 DSCF6532 DSCF6553

Tiga foto diatas merupakan pemandangan dari sawah ke gunung, jangan perhatikan orangnya tapi perhatikanlah pemandangannya :D. Nah, kalau foto yang dibawah ini merupakan foto dari sawah ke laut. Masih di satu lokasi yang sama, karna waktu itu kita tepat berada di tengah-tengah sawah jadi kalau kita melihat ke arah kiri akan terlihat sawah dan gunung sedangkan kalau kita melihat ke arah kanan akan terlihat sawah dan laut. Dan juga tidak lupa saya mengingatkan, jangan melihat orangnya tapi lihat pemandangannya soalnya cuman sedikit foto landscape nya, banyaknya foto objek orang.

DSCF6566 DSCF6567 DSCF6577

oke, setelah kita selesai berfoto ria kita melanjutkan perjalanan sambil disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa hingga akhirnya tibalah kita di Kwan In Temple tepat pukul 11.20. Disana merupakan tempat peribadatan, dan tempat yang sangat tertata rapih dan bersih, bau dupa pun sangat melekat. Sedikit curhat, entah mengapa hawa disana tuh benar-benar berbeda. Yaaa, mungkin karena saya memang belum terbiasa dan yang ada di pikiran saya saat itu adalah mungkin suasana dan hawa seperti ini akan terus saya rasakan jika saya ada di Bali, ya Bali, karena memang saya memiliki rencana backpacker kesana. Dan kenapa saya menganalogikannya dengan Bali? karena memang disana itu percis Bali. Laut nya, kuilnya, suasananya (saya pernah lewat bali, hanya lewat saja), bahkan sampe anjingnya pun sama :D. Bukan cuman Bali sih, saya pun menganggapnya seperti Thailand karena memang kondisi secara visualnya sama seperti background di film-film Thailand bahkan saya dengan beberapa teman yang lain sepakat kalau seandainya ada yang bertanya, "itu foto dimana?" kita harus menjawabnya "di Thailand" :D. Ini nih di bawah ada sedikit foto-fotonya

DSCF6606 DSCF6619 DSCF6623

DSCF6632  Ini foto untuk ngebuktiin kalau vinda itu orangnya selalu beda dari kita, kalian bisa liat tangannya :D

DSCF6650 DSCF6600a DSCF6598

Ga kerasa jam udah nunjuk jam 12.00 dan kita lupa kalau hari itu hari Jum'at, JUMATAN WOY PARA CALON IMAM! kita langsung bergegas pergi yang awalnya kita semua pasrah untuk mengganti solat Jumat dengan solat Dzuhur toh kita kan disana sebagai orang asing (musafir) lagi pula ini udah jam 12.00 dan selain itu sepanjang jalan kita tidak memperhatikan ada mesjid yang kita lewati tapi tetep usaha itu harus. Setelah sekitar 15 menit perjalanan baru lah kita menemukan mesjid dan itu pun tanpa sadar, yang awalnya kita berpikir kalau jumatan sudah selesai, yaiyalah secara udah jam 12.15 tapi ternyata jumatan pun belum dimulai bahkan khotib pun belum masuk mimbar. Aneh, tapi saya berpikir "Allah masih sayang sama kita" (ini quote saya dapet dari radi, nanti akan di ceritakan saat d ujung genteng).

Solat Jumat pun berakhir, sama hal seperti cerita perjalanan ini di Kwan In. Awalnya saya hanya akan membuat menjadi 2 chapter untuk cerita journey pelabuhan ratu ini tapi nampaknya memang tidak bisa karena tidak cukup :D. Masih ada cerita terakhir, cerita klimaks, yaitu ujung genteng, dimana saya benar-benar merasakan perjalanan yang saya benar-benar butuhkan. Selamat berjumpa di chapter berikutnya :D

1 comment:

  1. [...] ini jadi part terakhir dari Journey to Pelabuhan Ratu yang sebelumnya diceritakan disini, [...]

    ReplyDelete