Well, kita berangkat pukul 9.30 menuju Kwan In Temple dan untuk menuju kesana kita membutuhkan waktu sekitar 1jam 30 menit. Sedikit penekanan, cerita yang bener-bener cerita itu baru dimulai pada hari ini, mulai dari perjalanan menuju Kwan In Temple sampai kita menuju Bandung.
Oke, perjalanan dimulai dan kalian harus tau seberapa sulit dan seberapa menjengkelkan nya perjalanan menuju Kwan In Temple. Kalian pasti tau yang namanya gunung seperti apa, yang namanya sawah seperti apa dan yang namanya pantai seperti apa. Ketiga hal tersebut (pantai, gunung dan sawah), menjadi kendala kita selama perjalanan dan ketiga hal tersebut benar-benar menghambat perjalanan kita berlima. Kenapa? karena kita harus melewati ketiga pemandangan itu secara bersamaan dan yang menjadi kendalanya adalah kita harus banyak berhenti untuk mengambil beberapa foto :D. Sekarang coba bayangin ada gunung, sawah dan pantai dalam satu pemandangan, gilaaak keren abis ga sih? kalau ngeliat sawah di dataran tinggi saya sering liat, tapi kalo ngeliat sawah yang berpapasan langsung dengan pantai baru sekarang saya ngeliatnya. Yang saya ga habis pikir kok bisa ada sawah si tepi pantai, kalau dipikir-pikir lagi air nya seharusnya air laut atau minimal air payau (campuran air tawar+air laut) tapi ini airnya tawar, amazing banget. Kalau seandainya saya sedang berdiri di pantai, saya pasti melihat sawah dan gunung, kalau saya berada di gunung saya pasti melihat sawah di tepi pantai dan kalau seandainya berada di sawah saya melihat gunung yang langsung berpapasan ke pantai. Kalau ga kebayang tempatnya kaya apa, ini ada sedikit foto-fotonya.
Tiga foto diatas merupakan pemandangan dari sawah ke gunung, jangan perhatikan orangnya tapi perhatikanlah pemandangannya :D. Nah, kalau foto yang dibawah ini merupakan foto dari sawah ke laut. Masih di satu lokasi yang sama, karna waktu itu kita tepat berada di tengah-tengah sawah jadi kalau kita melihat ke arah kiri akan terlihat sawah dan gunung sedangkan kalau kita melihat ke arah kanan akan terlihat sawah dan laut. Dan juga tidak lupa saya mengingatkan, jangan melihat orangnya tapi lihat pemandangannya soalnya cuman sedikit foto landscape nya, banyaknya foto objek orang.
oke, setelah kita selesai berfoto ria kita melanjutkan perjalanan sambil disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa hingga akhirnya tibalah kita di Kwan In Temple tepat pukul 11.20. Disana merupakan tempat peribadatan, dan tempat yang sangat tertata rapih dan bersih, bau dupa pun sangat melekat. Sedikit curhat, entah mengapa hawa disana tuh benar-benar berbeda. Yaaa, mungkin karena saya memang belum terbiasa dan yang ada di pikiran saya saat itu adalah mungkin suasana dan hawa seperti ini akan terus saya rasakan jika saya ada di Bali, ya Bali, karena memang saya memiliki rencana backpacker kesana. Dan kenapa saya menganalogikannya dengan Bali? karena memang disana itu percis Bali. Laut nya, kuilnya, suasananya (saya pernah lewat bali, hanya lewat saja), bahkan sampe anjingnya pun sama :D. Bukan cuman Bali sih, saya pun menganggapnya seperti Thailand karena memang kondisi secara visualnya sama seperti background di film-film Thailand bahkan saya dengan beberapa teman yang lain sepakat kalau seandainya ada yang bertanya, "itu foto dimana?" kita harus menjawabnya "di Thailand" :D. Ini nih di bawah ada sedikit foto-fotonya
Ga kerasa jam udah nunjuk jam 12.00 dan kita lupa kalau hari itu hari Jum'at, JUMATAN WOY PARA CALON IMAM! kita langsung bergegas pergi yang awalnya kita semua pasrah untuk mengganti solat Jumat dengan solat Dzuhur toh kita kan disana sebagai orang asing (musafir) lagi pula ini udah jam 12.00 dan selain itu sepanjang jalan kita tidak memperhatikan ada mesjid yang kita lewati tapi tetep usaha itu harus. Setelah sekitar 15 menit perjalanan baru lah kita menemukan mesjid dan itu pun tanpa sadar, yang awalnya kita berpikir kalau jumatan sudah selesai, yaiyalah secara udah jam 12.15 tapi ternyata jumatan pun belum dimulai bahkan khotib pun belum masuk mimbar. Aneh, tapi saya berpikir "Allah masih sayang sama kita" (ini quote saya dapet dari radi, nanti akan di ceritakan saat d ujung genteng).
Solat Jumat pun berakhir, sama hal seperti cerita perjalanan ini di Kwan In. Awalnya saya hanya akan membuat menjadi 2 chapter untuk cerita journey pelabuhan ratu ini tapi nampaknya memang tidak bisa karena tidak cukup :D. Masih ada cerita terakhir, cerita klimaks, yaitu ujung genteng, dimana saya benar-benar merasakan perjalanan yang saya benar-benar butuhkan. Selamat berjumpa di chapter berikutnya :D
[...] ini jadi part terakhir dari Journey to Pelabuhan Ratu yang sebelumnya diceritakan disini, [...]
ReplyDelete