Tuesday, January 29, 2013

Journey to Pelabuhan Ratu (part 1)

Ok well, sebelum saya menceritakan sejarah kronologi perjalanan saya, saya ingin menekankan beberapa hal yaitu:

  1. It's really happened to me. Kisah ini nyata boy tanpa rekayasa sedikit pun, kalaupun ada pasti nya karena tuntutan penulis agar cerita terlihat menjadi sedikit lebih menarik :D

  2. Saya tidak akan menjelaskan secara detail perjalanan saya seperti biaya transportasi, akomodasi dan lain-lain :) it's secret

  3. Saya melakukan perjalanan ini karena saya merasa jenuh dengan rutinitas yang mengikat, lelah dengan tuntutan yang memaksa dan terkurung dengan perasaan bersalah yang menyebabkan saya berpikir kalau saya harus bersyukur #loh. Ga nyambung? emang, jadi saya berpikir kalau saya merasa bersalah, salah satu cara untuk bisa move on ya dengan cara bersyukur. Gimana cara biar bisa bersyukur? ya saya jalan-jalan untuk melihat kalau dunia ini indah, dunia ini keras, dunia ini luas, dan masih banyak hal yang saya tidak tahu dari dunia ini.

  4. Semua yang terjadi di perjalanan ini hampir semuanya mendadak, tanpa ada perencanaan sedikit pun termasuk perjalanan ini pun mendadak.


Berawal pada hari Rabu 23 Januari 2013, saat itu sedang ujian microteaching. Sesaat setelah ujian itu berakhir teman sekelas saya spontan mengajak saya untuk berlibur ke kampung halamannya di pelabuhan ratu dan dengan spontan saya menjawab 'iya' karena alasan dari no. 3 diatas dan kami pun berangkat keesokan harinya hari kamis 24 Januari 2013 pukul 04.00 (mendadak kan?rabu ngajak, kamis subuh berangkat). Perjalanan yang cukup melelahkan karena membutuhkan waktu tempuh 6 jam 30 menit (Bandung-Pelabuhan Ratu). Tempat pertama yang saya kunjungi adalah mesjid B) maklum lah anak rohis istirahat ya di mesjid, tp saya miris melihat mesjid disana karena tepat bersebelahan dengan tempat prostitusi. Itu berdasarkan cerita yang saya dapat dari teman saya yang tinggal disana. Dan kami pun bubar dari mesjid karena satu dan lain hal yang mengusir (ada orang gila mendekat ke arah kami) :D. Dan next destination adalah rumah teman saya gilang. Oh iya, sebelum nya saya akan memperkenalkan personil power rangers yang pergi bersama saya dulu sebelumnya.

DSCF6590a

Yang no 1 itu orang yang paling ganteng dan ga bisa ngomong apa-apa kalo kita liat langsung, dia adalah saya :D.

Yang no 2 itu adalah teman saya yang bernama Vinda, nama aslinya adalah Nur tp terlalu kecewek-cewekan nama itu :D. Dia orang yang selalu memiliki pemikiran yang PASTI berbeda dengan pemikiran kita ber-empat. Unique person, dan dia orang paling 'dewasa' diantara kita ber-empat, dia juga menjadi GPS berjalan kita selama perjalanan.

Yang no 3 bernama Rizki A.M tapi kita sering memanggilnya AM, just AM atau em. Dia termasuk propokator yang selalu manas-manasin kita untuk jalan-jalan entah itu jalan kemanapun tujuannya selalu dia yang ngomporin anak-anak. Dia tau banyak hal karena ia punya banyak teman untuk 'digauli'. Cara ia berpikir dan bertindak dalam kehidupan sangat berbanding terbalik dengan cara ia berpikir dan bertindak saat kuliah :D

Yang no 4 bernama Gilang, tapi anak-anak sering memanggilnya jobong. Kenapa jobong? jangan ditanya, it's secret. Dia merupakan tuan rumah dari perjalanan kita, ga bisa renang walaupun anak pantai, akhir-akhir ini sedang mengalami depresi berat tapi sudah terobati oleh kucing yang dirumahnya :D. Keras, mungkin karena efek kehidupan pedesaan yang keras juga tapi dia sangat pandai berbagi dengan teman-temannya.

Yang no 5 bernama Radi, tidak punya panggilan khusus hanya Radi. Dari dia saya belajar banyak hal terutama dalam memaknai hidup. Ada beberapa quote nya yang begitu dalam, dan katanya dia cuman bisa ngomong seperti itu cuman sama saya. Dia 'sedikit' gatau malu, sederhana dan tidak pernah malu dengan kesederhanaannya. Bergerak cepat dalam bertindak merupakan salah satu ciri khasnya.

Oke kembali ke cerita, rumah Gilang, rumah yang sederhana dan berada di gunung tepi pantai. Kebayang ga sih gunung tepi pantai? yang jelas perbedaan suhu nya jauh drastis berubah hanya dalam perjalanan 20 menit saja (20 menit orang desa). Hal pertama yang saya dapatkan dari perjalanan ini, seorang Gilang yang seolah tampak biasa saja kalau di Bandung tapi kalau di kampung halamannya saya jamin dia merupakan kebanggaan keluarga, gimana ngga? sepanjang jalan yang saya lihat di daerah sana itu benar-benar tercium daerah pedesaan yang kental, sepertinya seorang Gilang yang bisa sekolah sampai kuliah di perguruan tinggi negeri yang cukup terkenal di kota Bandung dengan jalur beasiswa pasti membawa nama baik keluarga di kampung halamannya. Hal itu jelas saya rasakan saat saya memperhatikan daerah di sekitar rumahnya. Itu merupakan lamunan pertama yang saya lamunkan sampai-sampai saya hampir terjatuhdari motor karena keluar dari jalur aspal. Hal pertama yang kita lakukan pertama dirumah gilang adalah makan dan dilanjutkan tidur :D (maklum kecapean).

Agenda berikutnya (mendadak juga) pergi ke pantai, maklum lah di Bandung mana ada pantai jadi jelas kita bersemangat langsung pergi ke pantai. Sama seperti layaknya orang normal, kalo ke pantai ya berenang maen air :D. Dua orang yang benar=benar terlihat gembira saat melihat pantai, Vinda dan Radi. Kedua orang ini bermain di laut tanpa kenal waktu seolah menemukan tempat seperti surganya dunia. Mereka terlihat seperti kembar saat berbaur dengan air laut. Ini merupakan oleh-oleh kita dari pantai. Oh iya, nama pantai nya Karang Hawu.

DSCF6334

DSCF6376a

Ini foto dua orang yang kegirangan main di laut

DSCF6344a

DSCF6347

 

Next destination, mini market, beli sedikit cemilan dan minuman buat bersantai soalnya kita mau berangkat ke cipanas. Sedikit penegasan, kalo ke cipanas memang sudah direncanakan sesaat sebelum kita pergi ke pantai :D. Kita pergi ke cipanas dengan setelan anak pantai baru selesai berenang atau bisa dibilang tanpa berbenah diri karena jarak pantai ke cipanas yang ada digunung cuman berjarak 20 menit perjalanan, gila ga sih ini tempat. Sedikit deskripsi tentang cipanas, di cipanas ini terdapat sungai dimana di sekitar sungai tersebut terdapat semprotan gas bumi yang panas sehingga menyebabkan beberapa titik di sungai tersebut terasa panas dan jelas kita berenang di sana gratis :D. Untuk masalah cipanas si jobong paling bersemangat. Dan ini sedikit oleh-oleh dari cipanas :D

DSCF6454

DSCF6446

 

DSCF6406

DSCF6429

Well, cukup untuk hari itu kita kembali ke hotel tempat kita menginap, rumah gilang. Malam hari kita makan durian yang kita beli secara patungan, lumayan mahal nih buah :D. Setelah itu, kita berencana untuk mempersiapkan tour besok yaitu jalan-jalan di kebon gilang yang katanya sampai berhektar-hektar luasnya. Tapi, kita semua sepakat untuk tidak merencanakan semua hal, kenapa? karena semua yang kita rencanakan dari awal semua gagal dan tidak terlaksana jadi kita bersepakat untuk tidak merencakannya. Dan perjalanan pun berlanjut di chapter berikutnya, terlalu panjang kalo diceritain disini semua :D

Ini sedikit durian dari kita :D

DSCF6478

5 comments: