Wednesday, March 5, 2014

Perasaan dan Logika

Oke mungkin , postingan ini agak sedikit serius karena entah mengapa saya sedang berpikir sangat serius akhir-akhir ini. Sebenarnya saya ingin memberi tahu apa yang saya tahu tentang perasaan dan logika, dan ini semua berawal dari pertanyaan teman saya yang menanyakan tentang perasaan seorang wanita yg lebih memilih untuk mengambil keputusan karena perasaan "tidak enak". Ya mungkin suatu hal yang sulit untuk seorang wanita karena wanita diciptakan dengan perasaannya yg kuat, berbeda dengan pria yang diciptakan dengan logikanya yang kuat.

Pada saat kita berbicara tentang perasaan, saya berpikir itu adalah sebuah insting. Saat seorang ibu memasakkan sarapan untuk keluarganya, saat itu instingnya digunakan seperti banyaknya garam yang dibutuhkan dan segala macamnya. Saat singa merasa lapar, maka ia memiliki insting untuk berburu. Saat seorang wanita merasa sedih, insting nya menyuruh ia untuk menangis. Dan seperti itu perasaan, sangat erat dengan insting. Berbeda dengan cara pria, saat ia merasa sedih belum tentu itu akan menangis. Seorang pria mungkin akan berpikir berkali-kali jika ia harus menangis saat ia sedih. Dan disanalah logika bermain.

Apa yg membedakan hewan dengan manusia?akalnya dan hatinya! Ya, akal yang membuat manusia itu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, mana keputusan yang harus dipilih dari berbagai pilihan yang ada, mana yang harus kita lakukan mana yang harus bersabar, disitulah akal bekerja. Berbeda dengan hati/perasaan, hati/perasaan itu membuat manusia lebih peka, hati membuat seseorang lebih tahu rasanya bahagia, susah, sedih, kehilangan, mendapatkan hal yg kita inginkan, disitulah hati/perasaan bekerja. Beberapa hal yang menurut saya seseorang sering keliru yaitu pada saat ia mengambil keputusan berdasarkan perasaan bukan akalnya ataupun sebaliknya, kita mencoba merasakan keadaan berdasarkan logika/akal. Contoh saat seseorang mengambil keputusan berdasarkan perasaannya yaitu saat seorang istri lebih memilih mempertahankan hubungannya dengan suami walaupun sang suami sudah sangat tidak cocok dengan nya yaaa dengan alasan sang istri merasa "tidak enak" dengan ini dengan itu kepada siapa dan sebagainya. Pdhl logikanya jika suatu hubungan sudah tidak ada kecocokan dapat diakhiri dengan damai, dengan catatan pilihan itu jauh lebih baik drpd dilanjutkan hubungan. Hal ini jauh lebih sering dialami oleh wanita. Berbeda dengan pria, pria memiliki kendala dalam hal kepekaan. Pria lebih suka merasakan keadaan berdasarkan logika, dan menurut saya itu pun keliru.

Ya begitulah tentang perasaan dan logika, tidak semua yang saya kemukakan benar karena ada kalanya pula kita harus menggunakan perasaan dalam mengambil keputusan dan ada kalanya juga kita menggunakan logika dalam merasakan keadaan, kalau tidak kita bisa ditipu oleh pengemis di lampu merah yang selalu mencoba menyentuh perasaan kita hehehe :p

Tp bagaimanapun juga, logika dan perasaan adalah anugrah dari Sang Pencipta yang diberikan kepada kita. Gunakan logika dan perasaan dikondisi yang tepat, jgn sampai kita menyesal karena kita tidak menggunakan nya di saat yang tepat. Pilihlah dengan bijak, karena mau bagaimanapun juga hidup mu itu adalah jalan hidup mu, setiap pilihan yang kamu pilih itu pasti harus kamu jalani. Jadi jangan sampai kamu menyesal dengan pilihanmu :)

No comments:

Post a Comment