Judul tersebut saya dapat setelah saya membaca blog salah seorang teman saya yang tidak akan saya sebutkan disini. Blog tersebut mengingatkan saya akan banyak hal yang hampir saya lupakan akhir-akhir ini oleh saya, yaitu:
Pertama, SEMANGAT. Setiap orang pasti pernah memiliki impian, itu pasti. Yang membedakan adalah seberapa kuat tekad seseorang untuk meraih impian tersebut, ada yang hanya memiliki tekad tersebut kurang dari lima menit tapi ada pula yang berhasil meraih mimpi tersebut karena memiliki tekad yang besar walau memerlukan waktu bertahun-tahun. Semangat, itu hal yang saya lupakan. Dulu saya memiliki mimpi saya ingin jadi orang hebat, saya memiliki mimpi ingin menjadi seorang insinyur, saya ingin berbagi dengan orang lain, saya tidak ingin menjadi orang yang asosia, saya ingin pergi keluar negeri . Langkah awal yang saya pilih adalah masuk perguruan tinggi NEGERI dengan jurusan teknik dan well, it not happened meskipun dulu saya sempat ditelepon beberapa kali oleh perguruan tinggi swasta tapi saya tolak. Kenapa? karena saya ingat impian saya yang lain tentang berbagi dengan orang lain dan asosial. Alhasil saya masuk perguruan tinggi yang memiliki jurusan 'Pendidikan Teknik'. Setelah saya masuk kuliah langkah berikutnya adalah menambah pengalaman berorganisasi dengan cara ikut dalam suatu organisasi pastinya dan yang jelas saya tidak ikut himpunan jurusan, why? karena saya termasuk orang yang 'anti-himpunan'(saya bersama rekan2 seperjuangan menyebutnya demikian), saya tidak suka kekerasan apalagi kekerasan dan 'keonaran' yang dilakukan senior tanpa sebab apalagi yang berhubungan tentang 2 pasal kesenioran (pasal 1, senior selalu benar. pasal 2, kembali ke pasal satu). Selain itu, di himpunan selalu mengajarkan kepada junior untuk tetap kompak, senior selalu berteriak "satu salah semua salah!" atau "kalian itu harus kompak!masa kalian ga ngebelain yang temen kalian yang salah?posisi push up semua!", padahal menurut saya ya kalo orang itu salah ya udah aja salah toh dia yang ngelakuin kesalahan, kenapa kita harus ngebelain orang salah? mungkin, gara-gara pendidikan solidaritas seperti itu yang buat negara kita tercinta ini jadi ancur, kompak dalam melakukan ''kesalahan". Suatu pola pendidikan kecil yang tanpa disadari turut membantu merusak negeri ini. Ok back to organitation, saya mencoba untuk mendaftar organisasi-organisasi yang saya pikir cukup besar yang kira-kira bisa membuat saya memiliki banyak pengalaman dan teman dan saat itu saya mendaftar 3 organisasi besar sekaligus. Namun, kenyataannya saya hanya berhasil berkecimpung di dalam satu oragnisasi, kenapa? karena dua organisasi tersebut bertolak dengan prinsip hidup saya yang tadi saya jelaskan (anti kekerasan). Organisasi yang saya geluti ada di bidang kesenian, jauh memang dengan latar belakang pendidikan yang saya geluti di perkuliahan tapi organisasi ini seolah bisa mewujudkan salah satu impian saya yaitu pergi keluar negeri. Dengan di latarbelakangi SEMANGAT JUANG TINGGI, saya pun mencoba sebisa mungkin untuk mengimbangi ketiga latarbelakang bidang yang berbeda (Teknik, Pendidikan dan Kesenian). Dan tiba lah saat ini, dimana saya lupa akan semangat yang dulu saya sempat miliki, semangat muda untuk sedikit melangkah demi impian yang sempat tertulis dalam hati. Semangat itu pudar seiring berjalannya waktu dan disebabkan oleh semangat saya yang dulu terlalu bersemangat untuk meraih impian (well, kata-kata yang memusingkan). Sekarang saya aktif dalam organisasi, kuliah? saya masuk tapi ilmunya ngga. Suatu hal yang saya bisa bilang percuma, karena sulit untuk menjadi insinyur kalau ilmu tekniknya ngga ada apa lagi kalau lulus dapet tittle S.Pd. Saya terlaru larut dalam hidup berkesenian dan berorganisasi sedangkan untuk 'kuliah' ngga semangat. Dan perlu anda ketahui, yang namanya kuliah bukan sekedar masuk, isi absen, tidur, INGAT BUKAN. Perlu ada ilmu masuk dalam setiap perkuliahan. Kenapa saya menulis ini, untuk mengingatkan saya akan satu hal SEMANGAT yang dulu pernah saya miliki untuk meraih impian dan semoga bisa mengingatkan teman-teman semua yang kebetulan memiliki nasib seperti saya :p
Mungkin untuk yang kedua nya dilanjut dilain waktu karena satu aja panjangnya udah kaya gini haha
[...] ← Yang Terlupakan (season 1) Nov 3 2012 [...]
ReplyDelete