Ada satu hal lagi yang membuat saya sadar, yaitu saat saya membaca posting om saya yang menceritakan kisah anaknya sebelum anaknya dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Jujur, untuk hal ini bukan hanya membuat saya sadar tapi membuat saya sedih, cemburu, iri dan berbagai perasaan yang entah tidak bisa dijelaskan kata-kata. Posting itu seperti ini:
KAU UKIR KENANGAN TERINDAH DI UJUNG USIA
Sekitar seminggu sebelum Ulang tahun ibunya ia sempat berbisik..
Ayah...Wardah mau rayain ulang tahun ibu...tapi ayah jangan bilang2 sm ibu...ayah janji ya?...kenapa ngg blh bilang2 tanyaku penasaran...trus ia menjawab "wardah mau bikin kejutan ..wardah mau beri hadiah ulang tahun buat ibu .....trus sy tanya emang hadiaahnya apa ? ...dia bilang wardah sdh pesan kue ulang tahun dan sepasang kalung...sy makin penasaran trus sy tanya dari mn dapat uangnya...dia bilang wardah ambil dari celengan wardah sendiri...
Tibalah saatnya tgl 10 Oktober 2012 hari ulang tahun ibunya...
pagi hari ketika ibunya keluar dari kamar ia menyodorkan kue ulang tahun dan lilin yg sdh dinyalakan sambil menyanyikan happy birthday to You...Sontak ibunya kaget dan terharu..lalu memeluk dan mencium pipinya...Selamat Ulang Tahun Ibu..itulah kata yg diucapkan sambil menyerahkan sebuah kotak kecil...Ketika ibunya membuka ternyata isinya adalah sepasang kalung perak bertuliskan nama IBU dan satu lagi bertuliskan nama WARDAH. Lalu ibunya mengambil kalung bertuliskan nama IBU dan memakainya. Tetapi anehnya kalungnya tidak muat karena rantainya pendek....hanya cocok dipakai anak-anak. Lantas ibunya bertanya...Kok kalung untuk ibu nggak muat?...jawabnya...itu kalung untuk wardah...ibu pakai yang ini yang bertuliskan nama wardah. Ibunya heran dan bertanya...kok ibu pake nama wardah? ...Jawabnya wardah sengaja tukaran biar ibu selalu ingat sama wardah...Waktupun berlalu..tanpa ada firasat apapun...
Ternyata dibalik itu ada pesan yang tersirat...
tepat tanggal 10 Nopember 2012 dia dipanggil untuk menghadap ilahi..
satu bulan setelah merayakan ulang tahun ibunya...
Selamat Jalan Anakku...
Ayah dan Ibu tdk akan pernah melupakan pesanmu...
Ibu dan ayah akan selalu mengenangmu...
Walau umurmu hanya 9 tahun...
Tapi Wardah telah mengukir kenangan abadi yang tak akan terlupakan...
Begitu indah untuk dikenangkan...
Teramat sulit untuk dilupakan...
Ayah, Ibu dan adikmu Dzul Fahmi Alwan akan selalu mendoakanmu
Semoga Ananda Bahagia di alam sana..
dan menjadi penghuni taman surga ...
sesuai dengan namamu...
Wardah Raudhatul Jannah...
"Sekuntum Mawar di Taman Surga"
Amin...
Ternyata dibalik itu ada pesan yang tersirat...
tepat tanggal 10 Nopember 2012 dia dipanggil untuk menghadap ilahi..
satu bulan setelah merayakan ulang tahun ibunya...
Selamat Jalan Anakku...
Ayah dan Ibu tdk akan pernah melupakan pesanmu...
Ibu dan ayah akan selalu mengenangmu...
Walau umurmu hanya 9 tahun...
Tapi Wardah telah mengukir kenangan abadi yang tak akan terlupakan...
Begitu indah untuk dikenangkan...
Teramat sulit untuk dilupakan...
Ayah, Ibu dan adikmu Dzul Fahmi Alwan akan selalu mendoakanmu
Semoga Ananda Bahagia di alam sana..
dan menjadi penghuni taman surga ...
sesuai dengan namamu...
Wardah Raudhatul Jannah...
"Sekuntum Mawar di Taman Surga"
Amin...
Begitulah isi postingnya. Sekuntum Mawar di Taman Surga, sebuah nama yang diberikan oleh paman saya kepada anaknya. Sebuah kisah nyata yang membuat saya merinding. Dalam hati ini, ingin rasanya memiliki anak yang soleh/solehah saat berkeluarga kelak, anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang bisa membahagiakan orang tua. Sebuah cerita yang saya pun hanya bisa tertegun dan termenung. Wardah, semoga engkau benar-benar menjadi sekuntum mawar di taman surga dan akan melayani kedua orangtuamu kelak di surga. Aamiin...
No comments:
Post a Comment